Minggu, 10 Juni 2012

ulangan praktik Mempersiapkan Administrasi kas kecil

Mempersiapkan Administrasi Kas Kecil
 Karakteristik Dasar dari Kas Kecil
1) Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )

2) Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari

3) Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.

4) Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).
Prosedur Kas Kecil
Terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil, kas kecil memiliki pernana yang penting di dalam operasional perusahaan. Transaksi-transaksi kecil terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahan dipagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari.
Untuk itu, perusahan hendaklah melakukan pengelolaan kas kecil secara baik. Prosedur kas kecil mutlak diperlukan. Tidak ada alas an bagi perusahaan untuk tidak melakukan pengelolaan. Pengelolaan yang tidak memadai atau cenderung buruk akan kas kecil, dapat mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Dapat dibayangkan jika suatu ketika perusahaan kehabisan kas kecil, akan ada banyak pembelian kecil yang tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Berikut adalah petunjuk atau tips bagaimana melakukan pengelolaan kas kecil

Penetapan Batas saldo maksimal dan minimal kas kecil
Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominl yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan. Sekiranya manajemen menggap perlu untuk mengubah batasan saldo minimal atau saldo maksimal kas kecil, tentu boleh dilakukan, akan tetapi kebijakan baru itu hendaklah di umumkan secara resmi, dab disosialisasikan kepada semua pihak di perusahaan, untuk diketahui dan dijadikan dasar pertimbangan bagi setiap departemen di perusahaan di dalam melakukan permintaan akan dana atau pembelian barang.
Petugas Pelaksana Kas Kecil (Kasir Kas Kecil)

Minimal ada dua petugas pelaksana kas kecil. Mengingat fungsi dari kas kecil yang diperuntukkan untuk mendanai transaksi transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari, satu orang petugas saja tidaklah cukup. Ketika salah satu kasir kas kecil meninggalkan kantor, entah karena pergantian shift atau karena cuti, hendaknya masih ada petugas kas keci lain yang dapat menggantikannya.

Seorang kasir kas kecil sebaiknya memenuhi kriteria-krietria sebagai berikut : Menguasai dasar-dasar akuntansi, mampu menangani pembelian-pembelian dalam jumlah kecil, dapat bersikap konsisten, jujur dan mampu melakukan pekerjaan-perjaan yang memerlukan penggunaan spreadsheet sederhana (Misalnya : Excel).

Manajemen hendaknya menyediakan pelatihan (training) yang memadai mengenai penanganan kas kecil. Memberikan petunjuk atau tips bagaimana melaksanakan kas kecil, mulai dari tata cara pengisian kembali kas kecil sanpai dengan cara-cara rekonsiliasi kas kecil, dan prosedur pembelian.

Pengisian Kembali Kas Kecil
Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.

Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.

Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan).


Penggunaan Kas Kecil
Bagian yang membutuhkan, seharusnya mengajukan permohonan kas kecil sebelum melakukan pembelian, dan Kasir Kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) Kas Kecil, hanya untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller atau Manajer Keuangan.


Untuk setiap pengeluaran, Kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran Kas Kecil yang ditanda tangani oleh penerima dana (pembayaran). Dicatat di dalam buku kas kecil, kemudian Bukti pengeluaran diarsipakan dengan baik.


TIPS
: Selalu lakukan penghitungan cepat terhadap fisik kas kecil, setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil. Hal ini aka dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kacil setiap harinya.

Penghitungan Fisik dan Rekonsiliasi Kas Kecil
Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik. Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.
Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.
              

Selasa, 29 Mei 2012

gombalan untuk sahabat

Kucoba untuk setia hidup
Meski tak ada kawan disini
Begitu banyakkah ombak disini
Ku dayung sendiri,ku ratapi pribadi
Untaian hari dulu. . .
Ketika aku perih seperti ini
Ada sahabat yang setia diri
Membuat ragaku jauh lebih ringan
Tapi tahun ini. . .
Ku kehilangan dia. . .
Sobat. . .
Perih rasanya aku melepas kamu
Sakit slalu hadapi derita ni sendiri
Rasa yang tertinggal bersama sepi
Hanyalah kepedihan yang mendalam

cerpen CBST


CBST
Whats the mean of CBST?
Guwe adalah guwe yang beranjak mateng, pintu gerbang SMP telah guwe dorong. It’s me. . . CINTA sebuah nama,sebuah kata dan senandung rasa adalah panggilanku.
“Hai Cin! How are yoy? I’m fine,what about you?” Lontar temenku Nikita,
“Breakfast ma piring loe? Spirit banget? Say me.
“HIdup tu always smile. Gak butuh bumbu cengeng, biar tampak cute,kayak…”
“Guwe tadi lihat Randy di pintu gerbang”
“Oh ya wow. . . Pasti gi nungguin cute princess and it is me.”
“Nggak usah beli PD terus. Wong dia sekarang tu double jadi satpam telat kok.”
“Serius gak sih loe itu?”                                                        
Net. .  . Net. . . Net. . .
Good morning students” Sapa guruku Pak  Jablay yang sebenarnya guru matematika tapi sok jadi guru bahasa inggris.
“Pagi pak”
“Ok! This time, I am akan menerangkan about sudut. Menurut besarnya,sudut dibagi menjadi tiga yaitu lancip,tumpul,dan siku-siku. Selain itu juga ada sudut bersuplemen,ber. . .”
“Muak banget ma ni pelajaran. Nasib-nasib siapa sih yang nemuin maple matematika? Bosen-bosen ma guru yang sok jadi pak Obama ni.” Kataku ndremimil
“Key,about sudur kita dah finished. Next adalah about Bangun Ruang. Rumus volume bola adalah 1/3 phy r2t. dan rumus volume kerucut adalah 1/3 phy r3. Sedangkan volume kubus. . .”
“Rumusnya kebalik pangkat 3 (K3)= Guru bloon. Dasar. . . Cucok dech.” Guwe ngoment. Khemm. . . Hati cuek pikiran good night.
Lama bener ni waktu,dua jam dah kaya di WC karena kebebelen. Nikita mah enak,secara jablay Lovers,la guwe? Dah good diedlah.”Ngoment lagi deh guwe (Ih suka kok produksi dosa).
Net. . . Net . . . (bye rumus)
“Excuse me, love me(panggilan sayang Niki ke guwe. Padahal . . . ich guwe mah geli), loe tahu gak pacarnya Randy sekarang?” Nikita mulai ngomong.
“I donot Know. Please dech say, nanyak aja ndiri!”
“Nggak ah. . . Malu”
“Jadi kok Bu Cemen. Nik cewek itu gak boleh kalah ma cowok. Cinta itu indah jika diungkapin. Meski kita harus kuat jika hal itu kana menjadi. . .”
“Menjadi pa love me?”
“Menjadi Bedug,karena perutku dah ngoment. Kita ke kantin yuk!” Sebuah kata pengalihan mantra membendung mata air.
“Key”

Di kantin. . .
“Mau pesan apa cin?”Tanya Niki
“Es Jeruk aja”
“Pakai sambal gak?”
“Boleh,sekalian micinnya yang banyak! Biar enak.”
“Halo. . . Loe bikin resep miso es jeruk?”
“Biarin. . ilmuwan gitu!”
“Nich pesanan miso es jeruk pedas loe!”
“Thanks ya” But. . .
Nett. . .
“Waduch,dah masuk nich!” kita kompak.
‘Khem. . . no problem, kita bawa aja kekelas, sekalian gelasnya. Guwe yakin diluar sana masih banyak yang mau es kita ini.” Ide buruk guwe.
“Ok. . . biar gak ngantuk”
Kali ini adalah pelajaran seni ukir. Mungkin ada yang fikir kalau dunia ukir hanya buat cowok tapi bagi Cinta dan Niki dunia ukir itu tetap buat mereka. Secara Tomboy.
“Pertemuan ini kalian akan dibagi menjadi 12 kelompok jadi satu kelompok jumlahnya 2 orang. Pembagian kelompoknya saya tentukan.” Kata guru seni ukir Pak Stephanus.
“Siap pak!”
“Kelompok 1 ada . . .,kelompok 2 ada. .,kelompok 3 ada Cinta dan Dito,kelompok. . .”
“Ya tuhan. . . ban jantungku terpompa dahsyat saat itu. Ya. . . dito teman yang telah lama mengukir ruang kosong ini.” Kataku dalam hati.
“Ok. . . silahkan kekelompok masing-masing!”
(Akhirnya ada cerita SMA masa Cinta disamping Dito). Tapi selama cerita berlangsung cinta tidak bias mengendalikan degupan keras jantungnya. Malahan jika sampai di rumah dia mau ganti jantungnya dengan jantung pisang. Cinta iri melihat Niki yang enjoy dengan es pisang pesanannya tadi.
Good Bye My School. . .
Di suasana malam ku dengungkan pita suara pada bintang,
Aku ingin bintangmu yang paling terang adalah diri Dito. Aku tahu Dito bukan untuk ku dan aku gak punya hak tentangnya. Tetapi apakah salah jika ku menginginkannya. Bukan waktu yang singkat rasa aneh itu ada di dada. Rasa itu ada sejak kita kelas VII SMP. Tetapi angka 6 tahun masih menakdirkan untuk terkubur dalam ukiran.
Matahari bangun dari peraduannya.
Diriku sepi sendiri,Niki gak masuk
“Lagi M. . . MALES”alas an dia,
So. . . guwe hanya bisa berfikir dan menghitung sendiri (bukan mapel matematika pastinya), tuhan. . . senyumnya Dito buat lutut guwe hilang ditelan bum (LEBAY). Manisnya,gulanya,sweetnya,madunya,dah bikin guwe gak bakalan berat untuk nyangga kepala.
Tetapi. . .
Dito sekarang bukan tercipta untukku. Guwe hanya dapat kamus, kalau cinta itu tak harus memiliki. Kata kamus,terkadang ada yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan,
Dah tahu dong arti CBST??


Selasa, 15 Mei 2012

pengadaan peralatan kantor


Pengadaan peralatan kantor
Pada bab ini akan dijelaskan tentang pengertian perbekalan, macam – macam perbekalan dan pengelolaan perbekalan /perabotan / alat – alat kantor. Materi ini sangat berguna bagi kita sebagai mahasiswa untuk bekal dalam mengelola fasilitas perbekalan yang ada dalam suatu organisasi / instansi. Adapun tujuan instruksional umumnnya adalah mahasiswa dapat memahami pengertian, tujuan, macam – macam dan pengelolaan perbekalan. Tujuan khususnya adalah :
  1. Dapat menjelaskan pengertian perbekalan.
  2. Dapat menjelaskan tujuan perbekalan.
3. Dapat menjelaskan macam – macam   perbekalan.
4.                                    Dapat menjelaskan tentang pengelolaan perbekalan.
  1. A. Pengertian Perbekalan
I
stilah perbekalan sering disampaikan dengan istilah perabot kantor atau perlengkapan kantor. Padahal yang dimaksud perabot kantor antara lain meja tulis, kursi, lemari arsip, lemari besi dan sebagainya. Sedangkan yang dimeksud perlengkapan kantor Yaitu semua benda yang terdapat didalamnya dan diperlukan dalam rangka proses kegiatan kantor. Berdasarkan pengertian – pengertian diatas maka perbekalan mempunai suatu pengertian sebagai berikut perbekalan adalah mencakup semua barang yang diperlukan baik barang bergerak maupun barang tidak bergetak sebagai sarana pendukung pelaksanaan tugas. Perabot kantor  yaitu segala macam barang/benda kantor yang berfungsi sebagai penunjang terhadap pekerjaan kantor. Perabot kantor juga bisa diartikan segala macam peralatan yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penyimpanan hasil kerja kantor. Istilah lain dari perabot kantor adalah perkakas kantor atau office furniture. Misalnya meja, kursi, lemari, rak dsb. Aktivitas perbekalan didalam organisasi mempunai beberapa tujuan antara lain :
  1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas – tugas pokok organisasi.
  2. Mengetahui barang peralatan yang rusak dan tidak bisa diperbaiki sehingga harus dimusnahkan atau yang rusak tetapi masih dapat diperbaiki.
  1. B. Macam – macam perbekalan / perabot
Suatu kantor dalam melakukan aktifitasnya tidak lepas dari perbekalan yang ada sehingga akan menghasilkan produk-produk kantor yang diharapkan, tanpa adanya perbekalan kantor yang memadahi takmungkin ada hasil kantor yang baik. Pada dasarnya aktifitas kantor terjadi karena pegawai-pegawai kantor mengolah bahan – bahan dengan sarana perbekalan kantor yang ada. Macam-macam Peralatan Kantor :
  1. Perabot kantor yaitu segala macam barang/benda kantor yang berfungsi sebagai penunjang terhadap pekerjaan kantor. Perabot kantor juga bisa diartikan segala macam peralatan yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penyimpanan hasil kerja kantor. Istilah lain dari perabot kantor adalah perkakas kantor atau office furniture. Misalnya meja, kursi, lemari, rak dsb.
  2. Peralatan/perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor. Misalnya kertas, amplop, pita mesin dsb.
  1. Mesin-mesin kantor adalah segala macam mesin kantor yang digunakan untuk memproses pekerjaan kantor. Misalnya mesin tik, komputer, stensil, OHP, mesin foto copy dsb.
  2. Pesawat Kantor yaitu semua mesin kantor yang digunakan untuk mengadakan komunikasi baik di lingkungan sendiri maupun dengan pihak luar kantor. Misalnya intercom, telepon, fax, dsb.
  3. Interior kantor yaitu semua jenis barang/fasilitas yang berfungsi untuk menghias ruangan kantor  sehingga tercipta ruangan yang serasi. Misalnya gambar, lampu, vas bunga, dsb.
A
dapun macam – macam perbekalan kantor yaitu :
  • Pebekalan gedung, seperti ruang pimpinan, ruang guru, kamar kecil dsb.
  • Perbekalan kantor, seperti mebelair pimpinan, mebelair karawan dsb.
  • Perbekalan ruang kelas, seperti meja dan kursi guru, meja dan kursi murid, penggaris, papan tulis, kapur tulis dsb.
Macam – macam perbekalan diatas dapat dibedakan lebih lanjut sebagai berikut :
  1. Ditinjau dari tetap dan tidak tetap, terdiri dari 2 kelompok :
  2. Benda tetap : tanah, gedung, peralatan.
  3. Benda tidak tetap : kertas tinta kapur, dan lain – lain.
    1. Ditinjau dari segi peralatan, terdiri dari 4 kelompok :
    2. Benda peralatan umum, seperti untuk kelas dan kantor.
    3. Benda peralatan khusus, seperti pembersih kamar mandi dan WC.
    4. Peralatan laboraturium, seperti rak,ohp dan lain – lain.
    5. Peralatan lain, seperti buku, benda pustaka, dan lain – lain
  1. Ditinjau dari segi kegunaannya, terdiri dari dua kelompok :
  2. Benda peralatan untuk kelas, sepertu meja,kursi, papan tulis.
  3. Benda peralatan untuk kantor, seperti almari, meja, kursi, telepon, mesin ketik dan sebagainya.
    1. Ditinjau dari segi umum ang dipakai instansi, terdiri dari :
    2. Benda tahan lama, yaitu benda – benda yang dapat dipergunakan terus menerus, untuk waktu yang relativ cukup lama ( kurang lebih 10 tahun ). Misalnya Peralatan perabot kantor, meja kursi dan lain sebagainya.
    3. Benda habis pakai, yaitu benda – benda yang apabila dipakai lekas habis. Misalna karbon, kertas, kapur tulis, sheet, tinta dan sebagainya.
  1. C. Pengelolaan Perbekalan
U
ntuk menangani masalah peralatan/perbekalan kantor yang dilakukan pada suatu bagian kantor biasanya berdasarkan langkah-langkah berikut:
  1. Pengadaan, yaitu usaha yang bertujuan untuk memperoleh peralatan atau perlengkapan kantor sesuai rencana kebutuhan yang telah ditentukan, melalui pembelian, pembuatan sendiri, menyewa/mengontrak dan bantuan/sumbangan.
2. Penyimpanan, yaitu kegiatan untuk menampung hasil pengadaan barang perlengkapan yang meliputi segi administratif (pencatatan ke dalam buku barang) maupun segi fisik (penyimpanan barang itu sendiri).
3. Pengeluaran/Pendistribusian, yaitu penyaluran barang dari unit pergudangan kepada unit pemakai berdasarkan bon permintaan dan harus dicatat pada buku pengeluaran barang.
4. Pemeliharaan, yaitu segala usaha yang dilakukan terus menerus agar barang tetap terpelihara baik sehingga siap dipakai pada saat diperlukan.
5. Penghapusan, yaitu usaha yang dilakukan untuk meniadakan/menghapus barang-barang dari dalam daftar infentaris berdasarkan peraturan yang berlaku.
Barang-barang perbekalan/perlengkapan kantor baik yang ada di dalam gudang maupun yang ada pada unit pemakai harus selalu dipelihara agar selalu siap untuk digunakan dan juga untuk memperpanjang usia pemakaian dalam rangka menghemat anggaran kantor. Cara–cara pemeliharaan barang dapat disesuaikan dengan kriteria berikut ;
  1. Menurut Tempat Barang
    1. Ada dalam gudang/persediaan
Dilakukan dngan cara meletakkan sesuai dengan kondisi barang dan  selalu terkontrol setiap waktu jika perlu diberikan pengaman dari hal-hal yang dapat merusakkan barang. Contohnya: barang yang terbuat dari logam seperti, meja atau lemari disemprot bahan anti karat.
  1. Ada dalam pemakaian
Selalu digunakan sesuai prosedur, dibersihkan dan diletakkan secara aman. Contohnya: komputer prosedur penggunaannya (menghidupkan dan mematikan) harus sesuai dan dibersihkan secara rutin juga matikan sambungan listrik jika sudah tidak digunakan lagi.